Welcome to " MATH-ScienceLand "

Klasifikasi Media Pembelajaran

              Klasifikasi Media Pembelajaran
              oleh Desi Prayogo



       Perkembangan teknologi dan perubahan zaman telah banyak mendorong perubahan tatanan kehidupan baik sosial , budaya bahkan dunia pendidikan .
Semakin pesatnya perkembangan teknologi sangat berpengaruh dengan perkembangan pendidikan indonesia , guna penataan pendidikan menuju pendidikan yang lebih baik lagi.
perkembangan ini mendorong guru/tenaga pengajar untuk mampu memanfaatkan teknologi sebagai media belajar sekaligus juga mampu menciptakannya.



Semakin berkembang zaman , telah membuat bermacam-macam jenis atau klasifikasi media pembelajaran dari mulai yang sederhana sampai yang rumit .

berikut klasifikasi media pembelajaran :

       A ) menurut Rusmanto (2013)
1.    Media Audio
Media audio adalah media yang hanya melibatkan indera pendengaran dan hanya mampu memanipulasi kemampuan suara semata.
Karakteristik media audio
Ciri utama dari media ini adalah pesan yang disalurkan melalui media audio dituangkan dalam lambing auditif, baik verbal maupun nonverbal.

2.     Media Visual
Media visual adalah media yang melibatkan indera penglihatan.
Karakteristik media visual
a.       Gambar
Gambar secara garis besar dapat dibagi pada tiga jenis, yakni sketsa, lukisan dan photo.
b.       Grafik
Grafik adalah gambar yang sederhana yang banyak sedikitnya merupakan penggambaran data kuantitatif yang akurat dalam bentuk yang menarik dan mudah dimengerti.
c.        Diagram
Diagram sering juga digunakan untuk menerangkan letak bagian-bagian sebuah alat atau mesin serta hubungan satu bagian dengan bagian yang lain.
d.       Bagan
Bagan hampir sama dengan diagram. Bedanya, bagan lebih menekankan kepada suatu perkembangan atau suatu proses atau susunan suatu organisasi. Bagan ada kalanya disertai simbol atau gambar, maka hal ini sifatnya piktorial. Ada juga bagan yang ditambah dengan keterangan singkat.
e.        Peta
Peta adalah gambar permukaan bumi atau sebagian daripadanya. Sebenarnya peta bisa disebut juga sebagai bagan.

3.    Media Audio Visual
Media audio visual adalah media yang melibatkan indera pendengaran dan penglihatan.
Karakteristik media audio visual: Media yang melibatkan gambar dan suara.

 sumber diambil dari : http://rusmantokkpi.wordpress.com

     B) menurut Anderson (1976) mengelompokkan media menjadi 10 golongan sbb :
No
Golongan Media
Contoh dalam Pembelajaran
I
Audio
Kaset audio, siaran radio, CD, telepon
II
Cetak
Buku pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar
III
Audio-cetak
Kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis
IV
Proyeksi visual diam
Overhead transparansi (OHT), Film bingkai (slide)
V
Proyeksi Audio visual diam
Film bingkai (slide) bersuara
VI
Visual gerak
Film bisu
VII

Audio Visual gerak, film gerak bersuara, video/VCD, televisi
VIII
Obyek fisik
Benda nyata, model, specimen
IX
Manusia dan lingkungan
Guru, Pustakawan, Laboran
X
Komputer
CAI (Pembelajaran berbantuan komputer), CBI (Pembelajaran berbasis komputer).[7]


C) Menurut Winataputra (2005) meliputi: 
   1. Media Audio
   2. Media Visual
   3. Media Audio Visual




KARAKTERISTIK DAN LANDASAN PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Karakteristik dan Landasan Pemilihan Media Pembelajaran Matematika
 Oleh Desi Prayogo

A. Karakteristik Media Pembelajaran

Menjadi seoarang pengajar itu bukanlah sekedar tahu apa itu media pembelajaran , tetapi juga mampu memahami , menggunakan bahkan juga harus mampu menciptakan .
Namun , tidak semua media pembelajaran sesuai dengan materi yang akan diajarkan . Oleh karena itu , seorang guru harus mampu memahami karateristik media pembelajaran yang akan digunakan.

Kemampuan memahami karakteristik media pembelajaran dimaksudkan agar guru dapat membuat media yang bervariasi  sesuai dengan materi yang diajarkan , sehingga memberikan pengaruh yang baik dalam proses pencapaian tujuan pembelajaran .


Gerlach dan Ely mengemukakan tiga karakteristik media berdasarkan petunjuk penggunaan media pembelajaran untuk mengantisipasi kondisi pembelajaran di mana guru tidak mampu atau kurang efektif dapat melakukannya.
Ketiga karakteristik atau ciri media pembelajaran tersebut (Arsyad, 2002) adalah:
A.       Ciri fiksatif  , yang menggambarkan kemampuan media untuk merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau obyek.
B.      Ciri manipulatif, yaitu kamampuan media untuk mentransformasi suatu obyek, kejadian atau proses dalam mengatasi masalah ruang dan waktu. Sebagai contoh, misalnya proses larva menjadi kepompong dan kemudian menjadi kupu-kupu dapat disajikan dengan waktu yang lebih singkat (atau dipercepat dengan teknik time-lapse recording). Atau sebaliknya, suatu kejadian/peristiwa dapat diperlambat penayangannya agar diperoleh urut-urutan yang jelas dari kejadian/peristiwa tersebut.
C.       Ciri distributif  yang menggambarkan kemampuan media mentransportasikan obyek atau kejadian melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian itu disajikan kepada sejumlah besar siswa, di berbagai tempat, dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian tersebut.
Arsyad (2002) membagi karakteristik media pembelajaran menjadi empat kelompok berdasarkan teknologi, yaitu: media hasil teknologi cetak, media hasil teknologi audio-visual, media hasil teknologi berdasarkan komputer, dan media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer. Masing-masing kelompok media tersebut memiliki karakteristik yang khas dan berbeda satu dengan yang lainnya.
1.      Media visual, yaitu jenis media yang digunakan hanya mengandalkan indera penglihatan peserta didik semata-mata, sehingga pengalaman belajar yang diterima peserta didik sangat tergantung pada kemampuan penglihatannya seperti buku, jurnal, poster, globe bumi, peta, foto, alam sekitar dan sebagainya.
2.      Media audio adalah jenis media yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan hanya melibatkan indera pendengaran peserta didik. Pengalaman belajar yang akan didapatkan adalah dengan mengandalkan indera kemampuan pendengaran.
3.      Media audio-visual, adalah jenis media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan melibatkan pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu proses atau kegiatan. Pesan dan informasi yang dapat disalurkan melalui media ini dapat berupa pesan verbal dan nonverbal yang mengandalkan bail< penlihatan maupun pendengaran.
4.      Multimedia, yaitu media yang melibatkan jenis media untuk merangsang semua indera dalam satu kegiatan pembelajaran. Multimedia lebih ditekankan pada penggunaan berbagai media berbasis TIK dan komputer.
Landasan Pemilihan Media Pembelajaran 
a. Endang ( 2014 ) ., menuliskan ada 4 landasan pemilihan media pembelajaran :
1.      Kesesuaian dengan tujuan
2.      Ketepatgunaan
3.      Keadaan peserta didik
4.      Ketersediaan 
Dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologi yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media adalah sebagai berikut :

1.    Motivasi
2.    Perbedaan individual
3.    Tujuan pembelajaran
4.    Organisasi isi
5.    Persiapan sebelum belajar
6.    Emosi
7.    Partisipasi Umpan balik
8.    Penguatan (reinforcement)
9.    Latihan dan pengulangan
10.    Latihan dan pengulangan
11.    Penerapan.  [9] - See more at: http://coretanpembelajaranku.blogspot.com/2013/09/pengertian-manfaat-jenis-dan-pemilihan.html#sthash.2tJmAGBH.dpuf
Dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologi yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media adalah sebagai berikut :

1.    Motivasi
2.    Perbedaan individual
3.    Tujuan pembelajaran
4.    Organisasi isi
5.    Persiapan sebelum belajar
6.    Emosi
7.    Partisipasi Umpan balik
8.    Penguatan (reinforcement)
9.    Latihan dan pengulangan
10.    Latihan dan pengulangan
11.    Penerapan.  [9] - See more at: http://coretanpembelajaranku.blogspot.com/2013/09/pengertian-manfaat-jenis-dan-pemilihan.html#sthash.2tJmAGBH.dpuf
Dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologi yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media adalah sebagai berikut :

1.    Motivasi
2.    Perbedaan individual
3.    Tujuan pembelajaran
4.    Organisasi isi
5.    Persiapan sebelum belajar
6.    Emosi
7.    Partisipasi Umpan balik
8.    Penguatan (reinforcement)
9.    Latihan dan pengulangan
10.    Latihan dan pengulangan
11.    Penerapan.  [9] - See more at: http://coretanpembelajaranku.blogspot.com/2013/09/pengertian-manfaat-jenis-dan-pemilihan.html#sthash.2tJmAGBH.dpuf
sumber diambil dari :
  http://endangdealova.blogspot.com/2012/12/prinsip-dan-kriteria-pemilihan-media.html
 http://mediabacaan.blogspot.com/2012/11/karakteristik-media-pembelajaran.html
 *diakses pada 23 maret 2014   














 Salam Education by Desi Prayogo
 STKIP PGRI Bandar Lampung

Analisis Kurikulum 2013 - ICT {Blog Pembelajaran}

Tugas Kelompok  oleh { D F A W H E}



Pengertian Media Pembelajaran Matematika

  Media Pembelajaran matematika ..

       sebelum mengetahui apa pengertian secara luas mengenai apa itu media pembelajaan matematika , kita harus mengetahui apa itu Media , pembelajaran dan matematika . Penulis berpendapat bahwa Media adalah suatu perantara yang digunakan dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam suatu proses yang sedang dijalani , contoh konkretnya adalah proses belajar mengajar.
Sedangkan Pembelajaran memiliki makna suatu proses komunikasi dan interaksi antara Pengajar , peserta didik dan bahan ajar ( materi pelajaran ) . 
selanjutnya Matematika adalah ilmu yang d dalamnya terdapat suatu unsur terdefinisi dan tak terdefinisi yang memerlukan pembuktian yang logis.
        
        Dari beberapa pengertian diatas Penulis menarik kesimpulan bahwa Media pembelajaran Matematika adalah suatu media atau perantara yang diintegrasikan untuk matematika dengan tujuan memepermudah menyampaikan gagasan dan meningkatkan mutu pembelajaran ( efektifitas dan efisiensi ) .
beberapa ahli berpendapat tentang media pembelajaran matematika :

1.  E. De Corte dalam WS.Winkel menyatakan bahwa media pembelajaran adalah suatu sarana non personal ( bukan manusia ) yang digunakan atau disediakan oleh tenaga pengajar yang memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan instrusioal.

2. Oemar Hamalik (1980): “Mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan media pendidikan adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah .

3. Arief S. Sadiman, dkk (1984) mengemukakan bahwa kata media berasal dari bahasa Latin yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.

4.   Schramm: “media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan (informasi) yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.” 

5. Latuheru(1988:14), menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna. Berdasarkan definisi tersebut, media pembelajaran memiliki manfaat yang besar dalam memudahkan siswa mempelajari materi pelajaran. 

 beberapa sumber di ambil dari : (http://www.guruit07.blogspot.com/2009/01/pengertian-media-pembelajaran.htm) diakses tanggal 16 maret 2014
:) #Jadilah generasi pencetus bangsa .. Salam Education {Desi Prayogo}



Allah akan meninggikan derajat orang yang beriman dan berilmu.
- See more at: http://www.8indo.com/2014/01/kata-kata-mutiara-motivasi-pelajar.html#sthash.X4IDH28A.dpuf

Allah akan meninggikan derajat orang yang beriman dan berilmu.
- See more at: http://www.8indo.com/2014/01/kata-kata-mutiara-motivasi-pelajar.html#sthash.X4IDH28A.dpuf

Allah akan meninggikan derajat orang yang beriman dan berilmu.
- See more at: http://www.8indo.com/2014/01/kata-kata-mutiara-motivasi-pelajar.html#sthash.X4IDH28A.dpuf
 

Pengertian ,Ragam dan Fungsi Media Pembelajaran Matematika berbasis ICT

Pengertian, Ragam, Fungsi Media Pembelajaran
Berbasis ICT ( Information and Communication Technology )

oleh Desi Prayogo

Pengertian Media Pembelajaran Berbasis ICT
    Secara umum, media merupakan alat untuk menyampaikan informasi atau pesan dari suatu tempat ke tempat lain. Media digunakan dalam proses komunikasi, termasuk kegia
tan belajar mengajar. 
Menurut I Wayan Santyasa (2007: 3) , proses pembelajaran mengandung
lima komponen komunikasi, yakni guru (komunikator), bahan pembelajaran, media
pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran .
Media pembelajaran berbasis ICT adalah alat yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi .
ICT atau TIK mencangkup semua teknologi untuk menyimpan  , mengolah , menampilkan dan menyampaikan informasi dalam proses komunikasi.
Dari beberapa pengertian diatas Penulis menarik kesimpulan bahwa :
" Media pembelajaran Matematika  berbasis ICT
adalah
suatu media atau perantara yang diintegrasikan untuk matematika dengan tujuan memepermudah menyampaikan gagasan dan meningkatkan mutu pembelajaran ( efektifitas dan efisiensi ) antara guru , bahan pelajaran dan siswa dengan pemanfaatan teknologi infomas". 
Ragam Media Pembelajaran Berbasis ICT
    Oleh karena media pembelajaran memuat informasi yang dapat berupa pengetahuan maupun menjadi sarana bagi pebelajar untuk melakukan aktivitas belajar (membaca, mengamati, mencoba, mengerjakan soal, menjawab pertanyaan, dan lain-lain), maka media pembelajaran erat kaitannya dengan sumber belajar. Sumber belajar merupakan segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh pebelajar untuk memudahkan proses belajarnya sehingga mencapai tujuan belajarnya secara efektif dan efisien.
-Dari segi kemunculannya, sumber belajar dapat dibedakan menjadi dua macam, yakni :
1.  sumber belajar yang sengaja dirancang atau dibuat secara khusus untuk pembelajaran ( learning resources by design ).
     Contoh buku, ensilkopedi, kamus, materi - materi pembelajaran dalam bentuk multimedia (film, video, animasi, slide, software pembelajaran berbantuan komputer (ICT) ), dan situs - situs e- learning)
2. sumber belajar yang tidak dirancang atau dibuat secara khusus untuk pembelajaran namun dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran (learning resources by utilization).
media pembelajaran baru berbasis ICT (komputer, CD, DVD, video interaktif, Internet, sistem multimedia, konferensi video, dll.)
Perkembangan
Teknologi ICT memungkinkan pemanfaatan fungsi berbagai media pembelajaran dengan menggunakan satu alat yang disebut multimedia .
Multimedia  mampu menyampaikan informasi dan materi pembelajaran dalam bentuk teks, gambar, suara, animasi, film, bahkan interaksi. Komputer adalah salah satu alat multimedia, karena komputer mampu menyajikan informasi dan materi pembelajaran dalam semua bentuk, bahkan dengan komputer situasi nyata yang memerlukan waktu lama atau sangat mahal dan mengandung resiko dapat disimulasikan dengan komputer (misalnya proses reaksi kimia, dampak suatu ledakannuklir, perjalanan tata surya, dll.).  Melalui multimedia, konsep - konsep abstrak dapat disajikan secara lebih nyata dalam proses pembelajaran untuk memudahkan mahasiswa memahaminya.
Berdasarkan kegunaan dan cara pemakaiannya,
multimedian pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi dua yakni:
1. multimedia presentasi 
2. multimedia belajar mandiri.
 Sumber lain menyebutkan beberapa ragam ICT diantaranya sebagai berikut :

1. Teknologi Komputer
2. Teknologi multimedia
3. Teknologi telekomunikasi
4. Teknologi jaringan komputer


Fungsi Media pembelajaran Berbasis ICT 
menurut Elang (2009) : 
 1. Meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran 
 2. Memperluas akses  terhadap pendidikan dan pembelajaran
 3. Mengurangi biaya pendidikan
 4. Menjawab keharusan berpartisipasi dalam ICT
 5. Mengembangkan keterampilan ICT ( ICT Skills) yang dperlukan siswa ketika bekerja       
     dan  dalam kehidupannya nanti .


 
 

Pemanfaatan ICT Dalam Pembelajaran Matematika

                                     Pemanfaatan ICT Dalam Pembelajaran Matematika
                                                                 oleh Desi Prayogo





Pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan akhir-akhir ini digalakkan oleh pemerintah dengan memanfaatkan Information and Communication Technology (ICT). Pemanfaatan ICT ini secara umum bertujuan menghubungkan murid-murid dengan jaringan pengetahuan dan informasi. 



Selain itu mengembangkan sikap dan kemampuan murid-murid untuk belajar sepanjang hidup (life-long education), meningkatkan kinerja guru dalam bidang ICT. Pada akhirnya akan mengubah sekolah menjadi institusi pembelajaran yang kreatif dan dinamis dengan menjadikan murid-murid sebagai pembelajar yang lebih termotivasi, selalu ingin tahu, dan kreatif.

Penerapan TIK dalam dunia pendidikan matematika pada dasar menyesuaikan dengan karakteristik matematika. Dimana karakteristik matematika memiliki objek kajian abstrak dan membutuhkan daya berpikir logis . 


Hasil sebuah penelitian yang di publikasikan pada sebuah jurnal internasional yang dilakukan oleh Neil Soiffer, Ricky Concro, dan Dana Li, bahwa terdapat sebuah program/software komputer yang bukan hanya dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran matematika oleh orang-orang normal, namun program tersebut akan sangat bermanfaat bila digunakan oleh orang-orang yang memiliki keterbatasan penglihatan atau cacat cetak (misalkan: buta, daya lihat rendah/ rendah penglihatan (low vision), ketidakmampuan untuk membaca disebabkan oleh cacat otak (dyslexia), dll) pada saat mereka akan menggunakan rumus-rumus matematika. Ini termasuk kemampuan untuk mengubah matematika dalam membuat kemampuan berbicara atau system tulisan dan bacaan yang dapat diraba dan digunakan (Braille). Program/software komputer tersebut merupakan salah satu produk dari Design Science (Desci), yang diberi nama dengan program MathPlayer.





Adapun beberapa contoh penerapan pembelajaran berbasis ICT yang dapat dilakukan oleh pendidik sekolah dasar :



1. Penggunaan Jaringan Komputer untuk Pembelajaran (E-Learning)

E-learning merupakan bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya. Melalui e-learning belajar tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Belajar dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Belajar mandiri berbasis kreativitas siswa yang dilakukan melalui e-learning mendorong siswa untuk melakukan analisa dan sintesa pengetahuan, menggali, mengolah dan memanfaatkan informasi, menghasilkan tulisan, informasi dan pengetahuan sendiri. Siswa dirangsang untuk melakukan eksplorasi ilmu pengetahuan. Fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh siswa untuk belajar melalui e-learning diantaranya : e-book, e-library, interaksi dengan pakar, emaill, mailling list, News group, dan lain-lain.



2. Teknologi Informasi untuk Media Pembelajaran

Penerapakan ICT dalam pembelajaran salah satunya adalah penggunaan media pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas kemampuan siswa. Untuk hasil yang optimal pembelajaran harus menyenangkan dan merangsang imajinasi serta kreativitas siswa. Penggunaan multi metoda dan multi media sangat membantu untuk meningkatkan hasil belajar. Teknologi informasi dengan teknologi audio visual mengahasilkan fitur-fitur baru yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan. Pembelajaran berbasis multi media (teknologi yang melibatkan teks, gambar, suara dan video) dapat menyajikan materi pelajaran yang lebih menarik, tidak monoton, dan memudahkan penyampaian.
  



 Penggunaan ICT sebagai media pembelajaran matematika memang dapat menarik dan meningkatkan motivasi belajar anak, khususnya ketika anak belajar tentang konsep-konsep yang berkaitan dengan matematika. Akan tetapi orang tua dan guru tetap cermat dalam memilih program-program yang disajikan melalui website yang terdapat di internet. Selain itu juga orang tua dan guru harus tetap waspada terhadap perangkat keras yang digunakan misalnya komputer, hal ini dikarenakan komputer memiliki efek negatif seperti radiasi apabila digunakan secara terus-menerus tanpa batas. Pendampingan mutlak diperlukan agar dapat meminimalisir dampak negatif yang ditularkan melalui media tersebut.


Sumber- sumber diambil dari :



 

Salam Education  :) by Desi Prayogo

Template information

Desi Prayogo. Diberdayakan oleh Blogger.

Label